KISAH CINTA SUNAN GUNUNG JATI DAN PUTRI ONG TIEN - DUNIA JELAJAH

Saturday, November 3, 2018

KISAH CINTA SUNAN GUNUNG JATI DAN PUTRI ONG TIEN



Kisah Cinta Sunan Gunung jati dan Putri Kaisar Cina

Al-kisah di ceritakan sunan gunung jati sedang memancing di laut, karena persediaan makanan, lama ia menunggu sampai tertidur sampai pulas dan ia tidak terasa bahwa sampan yang sunan bawa sudah terombang-ambing sampai negeri cina. Dan sunan akhirnya dibangunkan oleh prajurit yang melihat sampaan beliau, sunan di tangkap dan di masukan penjara kaisar cina karena di anggap sampan ilegal oleh prajurit cina.

Setelah di penjara sunan gunung jati secara perlahan malah mengajarkan syariat islam, seperti mengaji dan belajar ilmu agama, dan setiap hari ia di beri makan oleh penjaga kaisar, pada saat itu keadaan sunan gunung jati sudah di dengar para penjaga karena kepandaiannya, dan berita itu sampai ke telinga sang tuan Putri.

Dan tuan putri mulai mengantarkan makanan kepada sunan hampir setiap hari,sampai akhirnya mereka jatuh cinta satu sama lain sang tuan tuan putri mencoba merayu sang kaisar untuk mengeluarkan sunan, karena alasan rasa sayang.

Sang kaisar tidak mau mengeluarkan sunan, sang tuan putri akhirnya mengeluh dan mogok makan, hingga berhari-hari bermingu-minggu, sang kaisar bingung di buatnya. Sang tuan putri menggunakan trik bahwa ia sedang mengandung anak dan balutlah sebuah kain sehingga seperti orang yang sedang mengandung. Sang kaisar mengeluarkan sunan, sunan di berikan pertanyaan oleh kaisar.

Kaisar ingin mengetes kepandaian sunan gunung jati, “ya sunan aku tau engaku menyukai putri ku, sekarang aku ingin bertanya kepada kau, apabila tuan putri benar hamil maka kau boleh meminangnya, tapi apabila tuan putri tidak hamil maka tidaj boleh menikahinya”tanya sang kaisar.

Tuan purti memang sedang mengadung kaisar “jawab sunan” . dan tuan putri memang benar sedang hamil. sunan di perbolehkan mempersuntng sang tuan putri .

Singkat cerita tuan putri sudah melahirkan anak sunan gunung jati, akan tetapi sunan ingin membawa istrinya ikut dengan beliau ke tanah banten, sang kaisar tidak memperbolehkan nya.

Sunan pun dengan berat hati harus meniggalkan istri dana anaknya tetapi, sebelum pergi sunan memberikan kalung yang berasal dari Arab yang bertuliskan Sunan Gunung Jati, istriku kalau engakau ingin menemuiku di banten pakailah kalung ini insya allah engaku akan mudah menemuiku “tegas sunan”.

Ditinggal cukup lama istri sunan pun ingin juga menemui suaminya, dia meminta izin kepada ayahnya namun tidak di hiraukan. Ia pun kembali “nesu” mogok makan lagi sampai membuat ayahnya gelisah pula.

Dengan terpaksa kaisar mengizinkan putri dan cucunya menyusul suaminya ke banten, sebelum berangkat ia dibuatkan kapal yang besar, persediaan makanan, harta benda. Dan berangkatlah tuan putri dan anaknya, sesampainya di tanah jawa kapal tuan putri di tangkap karena di anggal kapal asing oleh prajurit sunan gunung jati.

Sesudah kapal sampai, akhirnya semua turun dari kapal dan ketua prajurit melihat sosok yang menawan parasnya namun, ada yang menggaljal yaitu kalung yang di pakai oleh tuan putri karena kalung itu adalah milik Sunan Gunung Jati. Tuan putri di bawa ke hadapan sunan dan disaat itu juga bertemulah kedua insan ini setelah beberapa lama sekaligus sunan memberitahu bahwa itu adalah istri dan anaknya. 

No comments:

Post a Comment